PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK DI ERA GLOBALISASI


A. Latar Belakang

Dewasa ini, peran orang tua dalam pendidikan anak sangatlah kurang. Kita bisa lihat dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua cenderung melepas anaknya pada dunia pendidikan sekolahnya saja tanpa memperhatikan pendidikan dari lingkungan keluarganya sendiri. Dengan kurangnya perhatian dari orang tua terhadap anak, anak akan cenderung bebas untuk bergaul. Biasanya pergaulan yang semacam itu akan menjurus ke hal-hal yang negatif. Dari itu, maka kita sebagai generasi muda harus mampu  merubah paradigma berfikir seperti ini. Karena juga merupakan calon orang tua masa depan yang diharapkan mampu lebih baik daripada orang tua saat ini. Baik dalam hal keimanan, moral, bahkan finansial sekali pun untuk membentuk anak sebagai pribadi yang mampu bersaing di era globalisasi saat ini dan masa yang lebih maju akan datang.

B. Masalah

1. Konsep anak di Era Globalisasi.

2.  Pendidikan Anak .

3. Peran orang Tua dalam Mendidik Anak.

C. Tujuan

1. Mengubah paradigma berfikir orang tua terhadap pendidikan anak.

2. Menciptakan hubungan baik antara orang tua dan anak melalui dunia pendidikan.

3. Mencegah dan atau mengurangi penyimpangan anak akibat pengaruh globalisasi.

4.    Mengetahui dampak globalisasi pada anak.

BAB II

PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI

A.Konsep Anak di Era Globalisasi

1. Globalisasi

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk- bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias.

2. Pendidikan Anak

Kata education (pendidikan) berasal dari kata bahasa Latin educare, yang berarti “mengeluarkan”.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi   pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.

Pendidikan yang harus didapatkan oleh anak antara lain:

1. Pendidikan iman

2. Pendidikan moral

3.Pendidikan fisik

4. Pendidikan intelektual
5. Pendidikan psikologis
6. Pendidikan sosial
7. Pendidikan seks
8. Pendidikan finansial

3. Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak

1. Tanggung Jawab Pendidikan Iman

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2): 132-133

132. Dan Ibrahim Telah mewasiatkan Ucapan itu kepada anak- anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak- anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih agama Ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.

133. Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda- tanda) maut, ketika ia Berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan kami Hanya tunduk patuh kepada-Nya”.

Allah berfirman dalam Surah Luqman (31) ayat 17

17.

Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Allah berfirman dalam Surah At-Tahrim (66) ayat 6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan

keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Mulailah menddidik bayi-bayi kalian dengan kalimat la ilaha

ilallah. (HR. Hakim dan Abbas).

Pendidikan Iman adalah mengikat anak dengan dasar-dasar iman, membiasakan anak sejak mulai paham melaksanakan rukun-rukun islam, dan mengajarinya sejak mumayyiz dasar- dasar syariat islam yang agung. Pendidikan iman ini merupakan salah satu tanggung jawab orang tua kepada anak-anaknya.

Pendidikan iman adalah dasar-dasar iman setiap hakikat keimanan dan persoalan gaib yang secara mantap datang melalui berita yang benar, seperti iman kepada Allah SWT, iman kepada Malaikat, iman kepada kitab-kitab samawi, iman kepada Rasul, iman kepada pertanyaan Munkar-Nakir, iman kepada siksa kubur, hari kebangkitan, hati hisab, surga, neraka, dan semua hal-hal yang gaib lainnya.

2.Tanggung jawab Pendidikan Moral

78. Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya

memberikan Keputusan mengenai tanaman, Karena tanaman itu

dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. dan adalah

kami menyaksikan Keputusan yang diberikan oleh mereka itu,

79. Maka kami Telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)[966]; dan kepada masing- masing mereka Telah kami berikan hikmah dan ilmu dan Telah kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. dan kamilah yang melakukannya.

[966] menurut riwayat ibnu Abbas bahwa sekelompok kabing Telah merusak tanaman di waktu malam. Maka yang Empunya tanaman mengadukan hal Ini kepada nabi Daud a.s. nabi Daud memutuskan bahwa kambing-kambing itu harus diserahkan kepada yang Empunya tanaman sebagai ganti tanam- tanaman yang rusak. tetapi nabi Sulaiman a.s. memutuskan supaya kambing- kambing itu diserahkan sementara kepada yang Empunya tanaman untuk diambil manfaatnya. dan prang yang Empunya kambing diharuskan mengganti tanaman itu dengan tanam-tanaman yang baru. apabila tanaman yang baru Telah dapat diambil hasilnya, mereka yang mepunyai kambing itu boleh mengambil kambingnya kembali. putusan nabi Sulaiman a.s. Ini adalah Keputusan yang tepat.

Pendidikan moral adalah serangkaian sendi moral, keutamaan tingkah laku dan naluri yang wajib dilakukan anak, diusahakan dan dibiasakan sejak anak masih mumayyiz, dan mampu berfikir hingga menjasi mukallaf, berangdsur memasuki usia pemuda dan siap menyongsong kehidupan.

Satu hal yang tidak diragkan bahwa keutamaan akhlak, keutamaan tingkah laku, dan naluri merupakan salah satu buah iman yang meresap dalam pertumbuhan keberagamaan yang sehat.

3. Tanggung jawab pendidikan fisik

Pendidikan fisik adalah pendidikan yang juga mendukung dalam perkembangan anak, seorang anak juga harus memiliki fisik yang kuat dan tegar, apalagi di era globalisasi yang semakin keras Salah satu yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah mengajarkan kepada anak sejak dini usia tentang pentingnya menjaga kesehatan, seperti olahraga teratur dan dari hal-hal yang dapat memberikan efek negatif seperti rokok, minuman keras dan narkoba.

4.Tanggung jawab pendidikan intelektual

Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat.(Hadits)

Dari hadits nabi ini, orang tua

Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah sadakah. Seseungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kehidupan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-rabii’)

Dari hadits nabi di atas, jelas sekali bahwa menuntut ilmu itu sangat penting.

5.Tanggung jawab pendidikan psikologis

Secara etimologis, psikologi berasal dari kata “psyche” yang berarti jiwa atau nafas hidup, dan “logos” atau ilmu. Dilihat dari arti kata tersebut seolah-olah psikologi merupakan ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jika kita mengacu pada salah satu syarat ilmu yakni adanya obyek yang dipelajari, maka tidaklah tepat jika kita mengartikan psikologi sebagai ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa, karena jiwa merupakan sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak bisa diamati secara langsung.

Berkenaan dengan obyek psikologi ini, maka yang paling mungkin untuk diamati dan dikaji adalah manifestasi dari jiwa itu sendiri yakni dalam bentuk perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian, psikologi kiranya dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Keberhasilan pendidikan yang dijalani seorang anak, menurut Psikolog, Bibiana Dyah Cahyani, tidak terlepas dari peran oran tua. Orang tua memiliki peranan yang penting dalam menentukan dan mengarahkan sekolah yang tepat buat anaknya. Tapi bukan suatu hal yang bijak jika pendidikan sepenuhnya diserahkan hanya pada pihak sekolah saja. ”Sebagus apapun kualitas tempat anak menuntut ilmu secara formal, orang tua tetap memiliki andil yang besar apakah pendidikan yang dijalaninya berhasil atau tidak.”

6.Tanggung jawab pendidikan sosial

Diantara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, mendengarkan pembicaraan dengan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji dia menepati. (HR. Adailami).

Dalam pendidikan sosial, orang tua sangat berperan untuk mengajarkan anak betapa pentingnya hidup dalam bermasyarakat dan menjadikan anak itu adalah anak yang berjiwa sosial.

7.Tanggung jawab pendidikan seks

Yang kita ketahui bahwa pendidikan seks cenderung untuk orang dewasa saja tapi pendidikan seks harus kita ajarkan juga mulai anak itu dini usia (dalam taraf positif). Contoh pada anak baru mengalami mimpi basah, orang tua harus membaritahukan bahwa dia telah dewasa.

8.Tanggung jawab pendidikan finansial

Pendidkan finansial adalah pendidikan yang dibutuhkan untuk mengubah uang yang kita peroleh dari profesi anda menjadi kemakmuran dan keterjaminan finansial seumur hidup. Pendidikan finansial yang tidak dimiliki oleh jutaan orang tua. Pendidikan finansial yang akan membantu memastikan bahwa anak anda tidak akan berakhir dengan kegagalan finansial dalam hidupnya atau kekurangan secara finansial dan sendirian setelah sepanjang hidup mengurus keluarga dan bekerja keras.

Bab III

Penutup

Globalisasi merupakan suatu dampak akibat semakin majunya teknologi serta cara berfikir manusia, yang dapat memberi kontribusi positif maupun negatif bagi setiap kalangan. Dengan demikian, dewasa ini sangat dituntut untuk pandai-pandai memilih informasi maupun budaya yang datang dari luar. Agar kita tidak kena dampak dari globalisasi, dengan demikian kita dapat menguasai dunia globalisasi. Sebaliknya jika kita tidak dapat memilih, maka dunia globalisasi akan menguasai dan menghantui kita setiap saat. Peran orang tua sangat penting dalam pendidikan anak supaya anak tidak terjerumus dalam kebebasan pergauan di era globalisasi.

About didik412

simple,,,,,,
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s